Monday, May 29, 2006

miftah;
'tuk membuka yang terkunci
yang dikancing terpulas kembali

adanya sesaat mungkin;
gegar kian gegar
lebur kian lebur
goncang kian tergoncang
wujudnya nafas direntap suram
hati dicantas duri menikam

biarkan saja hangatnya mengalir laju
biarkan saja rasanya terhampar sayu
andai hanya butiran jernih
yang dipasang rencam seribu itu
cuma bisa diluahkan
buat Yang Maha Memiliki Qalbu...

dan barangkali...
perlu ku lontarkan jauh miftah ini...
terkatup rapat relung hati
agar tidaknya mudah jiwa ini
terasa dan tercalar
kerana suatu yang tak harus
menjadi punca
sejak dari awalnya...

nur diyana.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home